Archive for November, 2009

NTFS VS FAT

Setu, November 21st, 2009

Disini akan di jelaskan apa perbedaan FAT dan NTFS supaya kita tau dan memilih mana yang lebih cocok NTFS VS FAT.

Windows Xp mempunyai 3 filesystem
FAT 16 = File Allocation Table 16
FAT 32 = File Allocation Table 32
NTFS = NT File System
FAT16

FAT16 dikenalkan oleh MS-DOS tahun 1981 (udah lama banget). Awalnya, Sistim ini didesign untuk mengatur file di floopy drive dan mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. Keuntungan FAT16 adalah file system ini kompatibel hampir di semua Operating System baik itu WIndows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix. Namun dibalik itu masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi , jadi semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi , enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
FAT32

FAT32 mulai di kenal pada sistim Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT16. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa di kenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli file sistim apa yang di gunakan pada partisi.
NTFS

NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows Xp dan apabila anda melakukan upgrade Windows biasa anda akan di tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT. Namun jika anda sudah melakukan upgrade pada Windows Xp dan tidak melakukan perubahan NTFS itu bukan masalah karena anda bisa mengkonversinya ke NTFS kapanpun. Namun ingat bahwa apabila anda sudah menggunakan NTFS akan muncul masalah jika ingin downgrade ke FAT tanpa kehilangan data.

Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila anda melakukan StartUp Boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan kepada anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah. Namun dengan teknologi Windows Xp sekarang yang mempunyai Recovery Tool sendiri , Saya rasa itu tidak begitu penting karena kemampuan Recovery Tool dari Windows Xp sudah cukup baik.
NTFS Vs FAT

Jika anda menjalankan lebih dari 1 Operating System di pc anda , anda mungkin perlu menyediakan partisi untuk FAT. Anda bisa memasukkan file / program ke partisi tersebut karena FAT bisa di akses oleh Operating System apapun di harddisk anda. Tapi perlu di ingat, FAT tidak mempunyai security dalam data dan semua Operating System yang terinstall memiliki akses 100% kepada partisi yang menggunakan FAT (read,write,delete,execute). Dalam kasus lain bahkan bisa dilakukan antar jaringan apabila terkoneksi jadi jangan menyimpan file penting dalam FAT System.

Bagaimana sikap berubah

Slasa, November 3rd, 2009

Apakah sikap yang Anda miliki bisa berubah? Ya. Sikap bisa berubah. Anda bisa merubah sikap Anda. Jika mula-mula Anda bersikap negatif terhadap waria, Anda bisa berubah untuk memiliki sikap positif terhadap waria. Jika mula-mula Anda bersikap positif terhadap seseorang, Anda bisa berubah bersikap negatif. Pertanyaannya, mengapa dan bagaimana perubahan sikap terjadi?

Setidaknya ada dua penjelasan untuk menerangkan perubahan sikap yang Anda alami. Pertama oleh karena adanya konsistensi kognitif dalam diri Anda. Kedua, karena adanya persuasi untuk merubah sikap Anda.

1. Konsistensi kognitif

Semua orang berupaya mencari konsistensi di dalam pikiran mereka, baik dalam hal keyakinan, nilai-nilai maupun persepsi. Jika tidak konsisten mereka akan berusaha menjadikannya konsisten. Tidak mungkin pada saat yang sama Anda akan mengakui bahwa pemerkosaan itu jahat sekaligus baik. Anda pasti memilih salah satunya saja.

Bayangkan Anda tidak menyukai makanan capjay di sebuah restoran. Namun suatu saat Anda mendengar bahwa seorang koki terkenal memuji bahwa capjay di restoran itu sangat enak. Nah, informasi baru itu tidak konsisten dengan sikap Anda. Anda tidak menyukai capjay di sana tapi koki terkenal menyukai. Kondisi tersebut dinamakan disonansi. Jadi, disonansi muncul ketika Anda memiliki dua informasi atau dua pikiran yang saling bertentangan. Anda disebut mengalami disonansi jika melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan sikap Anda.

Kondisi disonansi menjadikan seseorang berusaha agar kembali konsisten. Makin besar disonansinya maka makin besar pula motivasinya. Bagaimana caranya untuk mengurangi disonansi? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan; melalui perubahan perilaku atau perasaan, merubah sikap, atau mengabaikan informasi.

Sebagai contoh, kita ambil sikap terhadap bakso. Anda menyukai makan bakso dan sering mencoba bakso di berbagai tempat. Suatu saat Anda mendengar bahwa banyak bakso yang menggunakan formalin dan daging tikus. Karena informasi tersebut Anda mengalami disonansi. Nah, apa yang Anda lakukan untuk mengurangi disonansi Anda? Mungkin Anda berhenti mengkonsumsi bakso, tidak lagi menyukai bakso (menjadi bersikap negatif), atau mengabaikan informasinya (cuek saja).

2. Komunikasi persuasif

Lihatlah di majalah-majalah, koran, televisi, dan media massa lainnya. Anda akan menemukan banyak sekali informasi yang ditujukan untuk mengubah sikap Anda. Mulai dari berita, opini, iklan, dan sebagainya. Misalnya iklan dibuat agar Anda berubah sikap hingga mau membeli barang yang diiklankan.

Bagaimana sebuah persuasi bisa berhasil merubah sikap? Ada beberapa syarat agar persuasi bisa merubah sikap. Baik penyampai persuasi atau komunikator, isi pesan, maupun audiens (pihak yang dipersuasi) harus sama-sama menunjang. Berikut beberapa fakta yang berhubungan dengan perubahan sikap dan persuasi.
Orang yang ahli lebih persuasif ketimbang yang tidak ahli.
Pesan yang tidak ditujukan untuk merubah sikap kadangkala lebih berhasil merubah sikap daripada pesan yang sengaja ditujukan untuk merubah sikap.
Komunikator yang populer dan menarik lebih bisa merubah sikap daripada yang tidak populer dan tidak menarik
Orang yang memiliki percaya diri tinggi lebih sulit diubah sikapnya
Orang yang memiliki harga diri tinggi lebih sulit diubah sikapnya
Persuasi dapat ditingkatkan dengan jalan memunculkan emosi yang kuat pada suatu hal. Misalnya saja agar seseorang berhenti minum minuman keras maka dibuat agar orang itu takut dengan minuman keras (memberikan informasi bahwa minuman keras dapat membunuh dengan menunjukkan gambar-gambar dan contoh-contoh).
Orang yang berbicara cepat lebih persuasif daripada yang berbicara lambat. Misalnya saja sales lebih persuasif ketimbang orang yang bicara terbata-bata.
Semakin banyak informasi yang diperoleh dari sumber yang berbeda-beda, maka semakin mungkin untuk merubah sikap.

Menolak perubahan sikap

Bisa saja Anda menolak untuk merubah sikap Anda meskipun telah memperoleh informasi yang tidak konsisten dengan sikap Anda atau telah mendapat persuasi. Pertanyaannya, mengapa Anda menolak merubah sikap Anda?

Terdapat beberapa penyebab sehingga Anda mau merubah sikap Anda. Pertama, Anda berupaya melindungi kebebasan Anda. Diri Anda tidak ingin memiliki sikap tertentu karena hasil persuasi atau bujukan orang lain. Sikap yang dihasilkan dari persuasi orang lain berarti menandakan ketidakbebasan Anda dalam menentukan sikap Anda sendiri. Ini makanya gembar-gembor agar Anda memilih partai tertentu tidak mempengaruhi Anda sama sekali. Begitupun usaha para sales yang sedemikian gencar menawarkan produk pada Anda malah membuat Anda terganggu. Anda merasa memiliki kebebasan untuk apapun. Persuasi-persuasi tadi dianggap mengganggu kebebasan Anda. Oleh sebab itu Anda menolak berubah.

Kedua, Anda menolak persuasi karena tahu bahwa pesan yang Anda terima memang dibuat untuk persuasi. Seringkali ada informasi yang memang sengaja digunakan untuk merubah sikap orang. Nah, jika Anda tahu bahwa informasi tertentu ditujukan untuk mengubah sikap Anda, maka Anda cenderung menolaknya. Misalnya dalam sebuah acara televisi mengenai bahaya merokok, narasumber mengatakan bahwa merokok merugikan keuangan. Nah Anda malah mengatakan “ah, itu kan kata dia saja!”

Ketiga, menghindar dari informasi yang tidak konsisten dengan sikap Anda. Biasanya secara otomatis seseorang akan lebih memperhatikan informasi yang konsisten dengan sikapnya dan mengabaikan yang tidak konsisten. Misalnya saja Anda penggemar klub sepak bola AC Milan. Maka Anda akan lebih memperhatikan fakta bahwa tahun 2006 dan 2007 klub itu dinobatkan FIFA menjadi klub terbaik di dunia. Selama 5 tahun terakhir, hanya klub itu yang selalu berhasil masuk perempat final Liga Champion Eropa. Bahkan sekali juara, sekali runner-up, dua kali semifinal, dan hanya sekali perempat final. Tidak ada klub lain yang bisa mencapai prestasi itu. Sebaliknya informasi bahwa klub itu terlibat skandal penyuapan wasit, terseok-seok di liga Italia Seri A atau striker-nya mandul kurang Anda perhatikan.

Misalnya Anda memiliki sikap positif terhadap minuman keras. Anda biasa meminumnya. Nah, secara otomatis Anda akan lebih memperhatikan informasi yang sesuai dengan sikap positif Anda terhadap minuman keras, misalnya sebagian besar orang di dunia ini meminum minuman keras. Informasi tentang minuman keras bisa menyebabkan liver kurang Anda perhatikan. Oleh sebab itu Anda tidak akan berubah, karena informasi yang mungkin bisa merubah sikap Anda tidak Anda perhatikan.

Sikap positif

Slasa, November 3rd, 2009

Sikap mulai menjadi fokus pembahasan dalam ilmu sosial semenjak awal abad 20. Secara bahasa, Oxford Advanced Learner Dictionary (Hornby, 1974) mencantumkan bahwa attitude, berasal dari bahasa Italia “attitudine” yaitu “Manner of placing or holding the body, dan Way of feeling, thinking or behaving”.

Definisi lain adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran, dan perilaku. Kata ini bisa juga dimaknai sebagai perasaan seseorang tentang obyek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yang merepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada sesuatu.

Konsep sikap pertama kali diangkat dalam bahasan ilmu sosial pertama kali oleh Thomas (1918), sosiolog yang banyak menelaah kehidupan dan perubahan sosial, yang menulis buku Polish Peasant in Europe and America: Monograph of an Immigrant Group yang merupakan hasil riset yang dilakukannya bersama Znaniecki.

Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian, yang dikembangkan dalam tiga model, yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologis yang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalah indikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu objek. Kebanyakan individu berperilaku dari hasil belajar sosial dari lingkungannya.

Terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang, walaupun tergantung pada faktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai contoh, seseorang yang menganggap penting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orang tersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.

Sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993) berargumen bahwa faktor bawaan juga dapat berpengaruh dalam hal ini. Aliran musik orang yang cenderung ekstrovert, akan berbeda dengan orang yg introvert.

Salah seorang ahli yang membahas tentang sikap adalah Carl Jung. Ia mendefinisikannya sebagai kesiapan dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu. Ia sering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.

Kadang-kadang kita mendengar istilah kepribadian yang karismatik, yang merupakan kombinasi yang langka dari ciri-ciri yang memancarkan pesona atau daya tarik tertentu.Sikap begitu pentingnya sehingga dapat menjadi lebih penting daripada karakteristik-karakteristik fisik dan mental dalam suatu kepribadiaan.

Sikap positif begitu kuat dapat memperkuat ciri-ciri kepribadian. Ia dapat membuat orang cantik menjadi dua kali lebih cantik. Hal ini dapat mengubah kepribadian yang membosankan menjadi kepribadian yang dipandang orang menarik. Ia juga bisa “mencemerlangkan” karakteristik kepribadian yang lain. Dalam proses ini, citra keseluruhan orang yang bersangkutan menjadi lebih bersinar dan lebih menarik bagi orang lain.

Rasanya tidak perlu diragukan lagi bahwa sikap positif dapat membantu orang menampilkan kepribadian yang sebaik-baiknya. Banyak orang berbakat, termasuk mereka yang memiliki karakteristik dan karisma yang didambakan orang lain merasa kesepian dan tidak bahagia, baik dalam kehidupan pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi, karena mereka tidak menyadari pentingnya sikap yang positif.

Percaya diri

Slasa, November 3rd, 2009

Banyak ahli yang mengatakan bahwa percaya diri adalah modal yang sangat penting untuk meraih kesuksesan. Ini juga yang akan menjadi pembeda antara pemenang dan pecundang.

Percaya diri merupakan sikap positif seseorang yang mampu mengembangkan penilaian positif, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan dan situasi yang dihadapinya. Bukan berarti ia adalah mampu dalam segala hal.

Ia tetaplah manusia dengan segala keterbatasannya, namun pada saat yang sama ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa melakukannya. Hal ini semata-mata didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistis terhadap diri sendiri.

Ingat, setiap orang itu berbeda, dengan keistimewaannya masing-masing. Kesadaran akan hal ini akan membantu Anda untuk mengungkap keistimewaan yang Anda miliki. Hal ini akan mendorong Anda untuk bangkit dan bergerak dengan percaya diri, merumuskan cita-cita hidup dan mendukung tercapainya cita-cita tersebut.

Berhentilah menjadi orang minder, yang seringkali cepat menyerah, tersiksa atas kesuksesan orang lain, kehilangan percaya diri, sensitif, hingga tidak memiliki selera humor sama sekali. J

ika Anda masih merasa kurang dalam beberapa sisi, jangan memposisikan diri dalam posisi bertahan dan lari dari kenyataan. Ini semua bukanlah solusi. Anda akan tetap saja seperti ini, tanpa ada kemajuan yang berarti.

Nah, jika Anda ingin menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional, maka mulailah dari dalam diri Anda sendiri. Hanya Anda sendirilah yang bisa mengubah diri Anda, bukan orang lain. Saran saya, cobalah mengikuti beberapa langkah berikut :

Jujur Menilai Diri Sendiri

Ingatlah riwayat keberhasilan, potensi diri, maupun keahlian yang menjadi kelebihan diri Anda. Temukan dan kembangkan potensi yang masih terpendam. Tanyakan pada orang-orang terdekat atau mendatangi psikiater untuk menggali potensi diri

Tetapkan tujuan yang realistis

Dengan demikian, Anda akan mudah dalam mencapainya. Percaya diri dalam melangkah, bertindak dan memutuskan segalanya, sekaligus memperkecil resiko yang tidak ditimbulkan.

Beri penghargaan sekecil apapun

Jangan pernah meremehkan kemajuan yang Anda peroleh sekecil apapun Apalagi justu terus mengingat kesalahan yang telah Anda lakukan, yang hanya membuat Anda merasa tidak berguna.

Ikuti saran positif dan tolak saran negatif

Tidak selamanya saran orang lain harus Anda ikuti. Tidak setiap orang memberikan support dan bersikap positif. Jangan sampai hal itu melunturkan rasa percaya diri Anda.

Positif thinking

Cobalah untuk senantiasa berpikir logis dan rasional, terhadap diri Anda, orang lain, lingkungan dan setiap situasi yang Anda hadapi. Camkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan sangat rentan untuk melakukan kesalahan.

Gunakan self-affirmation

Jika Anda masing sering menyatakan, “Saya tidak bisa,” maka ubahlah menjadi, “Saya pasti bisa!”. Ini penting untuk terus mengasah percaya diri Anda.

Berani mengambil resiko

Cobalah untuk berusaha dan berbuat secara nyata. Tanamkan pada diri Anda: No Risk, No Gain.

Berani menerima tanggung jawab

Tanggung jawab mampu mendorong Anda untuk melakukan yang terbaik. Anda akan terbiasa menyelesaikan tugas besar yang dibebankan dengan ringan.

Mencari Lingkungan yang kondusif

Perbanyaklah bergaul dengan orang-orang yang memiliki percaya diri tinggi. Sebab, kePDan pun bisa menular.

Banyak bersyukur dan berdo’a

Perbanyaklah rasa syukur dan berdo’a atas segala hal yang Anda jalani dalam hidup. Nikmati hidup Anda, dan lihatlah hal-hal baik yang telah Anda dapatkan.

Motivasi dalam organisasi

Slasa, November 3rd, 2009

Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Dalam kehidupan, motivasi memiliki peranan yang sangat penting. Sebab, motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, sehingga mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

Tanpa adanya motivasi dalam diri seseorang, maka dapat dipastikan bahwa orang itu tidak akan bergerak sedikitpun dari tempatnya berada. Begitupun dalam kehidupan berorganisasi, motivasi organisasi sangat mutlak adanya.

Sehebat apapun recana yang telah dibuat oleh ketua organisasi, apabila dalam proses aplikasinya dilakukan oleh anggota yang kurang atau bahkan tidak memiliki motivasi yang kuat, maka akan menyebabkan tidak terealisasinya rencana tersebut.

Tidak salah jika kemudian Flipo mendefinisikannya dengan “Direction or motivation is essence, it is a skill in aligning employee and organization interest so that behavior result achievement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives. Motivasi organisasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, manusia akan termotivasi oleh kebutuhan yang dimilikinya. Pendapat ini sejalan dengan Robin yang mengemukakan bahwa Motivasi organisasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual.

Baron dalam Mangkunegara mendefinisikan motivasi organisasi sebagai proses pemberian dorongan kepada anak buah supaya anak buah dapat bekerja sejalan dengan batasan yang diberikan guna mencapai tujuan organisasi secara optimal. Motivasi ini dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri.

Terkait dengan motivasi organisasi, perlu kita pahami, lima fungsi utama manajemen adalah planning, organizing, staffing, leading, dan controlling. Pada pelaksanaannya, setelah rencana dibuat (planning), organisasi dibentuk (organizing), dan disusun personalianya (staffing).

Langkah berikutnya adalah menugaskan atau mengarahkan anggota menuju ke arah tujuan yang telah ditentukan. Fungsi pengarahan (leading) ini secara sederhana adalah membuat anggota melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan.

Memotivasi organisasi merupakan kegiatan kepemimpinan yang termasuk di dalam fungsi ini. Kemampuan ketua organisasi untuk memotivasi anggotanya akan sangat menentukan efektifitas ketua.

Ketua harus dapat memotivasi para anggotanya agar pelaksanaan kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat. Jika ketua membiarkan anggotanya berjalan tanpamotivasi, maka bisa dipastikan kinerja organisasi yang memburuk, menemukan kegagalan program kerja, bahkan terancam bubar.

Menurut Atkinson, suatu organisme (dalam hal ini manusia dan hewan) yang dimotivasi akan terjun ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tidak dimotivasi. Selain menguatkan organisme itu, motivasi organisasi cenderung mengarahkan perilaku (orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan untuk dimakan; orang yang haus, untuk minum; orang yang kesakitan, untuk melepaskan diri dari stimulus/rangsangan yang menyakitkan.

Jika demikian, motivasi organisasi memegang peranan yang tidak bisa diremehkan. Banyak cara yang bisa dilakukan, baik secara formal maupun informal. Baik secara organisatoris maupun pendekatan secara personal. Sebagai pimpinan organisasi, sebisa mungkin bisa memahami masalah anggotanya, sehingga bisa memecahkan masalah secara bersama. Peran evaluasi sangat penting dalam hal ini, sehingga tidak ada anggota yang merasa terpaksa menjalankan roda organisasi. Apalagi, jika organisasi bersifat sukarela, alias tidak ada upah kerja untuk anggotanya.

Motivasi belajar

Slasa, November 3rd, 2009

Dalam setiap bidang, motivasi selalu dibutuhkan, karena inilah yang menjadi pendorong atau tenaga untuk bergerak. Begitupun dengan pelajar. Motivasi pelajar dibutuhkan agar siswa lebih giat dalam belajar dan berinovasi menghasilkan karya yang positif.

Untuk memotivasi pelajar, ada beberapa cara. Diantaranya adalah :

1. Menetapkan visi

Setiap pelajar hendaknya memiliki visi yang jelas. Untuk apa dia belajar? Apa yang diharapkan begitu ia menyelesaikan studinya? Dengan demikian, ia tidak akan asal saja dalam menjalani proses studinya. Seorang Luiz Alvarez, peraih Nobel Fisika, selalu melaksanakan nasihat ayahnya untuk selalu duduk diam sambil memejamkan mata dan berusaha memikirkan persoalan baru, untuk kemudian diteliti dan dipecahkan. Ia selalu bermimpi untuk menjadi The Most, The Best and The First dalam setiap bidang yang digelutinya. Kebiasaan baik Luiz ini bisa dijadikan motivasi pelajar, agar memiliki mental juara.

2. Belajar bukan karena paksaan

Jadikan belajar sebagai makanan, dimana Anda akan lapar jika tidak melakukannya. Buat bagaimana caranya agar belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan suatu paksaan. Memang, awalnya ini seperti sebuah pengorbanan. Namun jika Anda menjalaninya dengan ikhlas, maka lama kelamaan Anda akan bisa menikmati proses belajar, bahkan ketagihan. Leon Joseph, seorang seniman Prancis di abad 19 bisa memotivasi pelajar melalui nasihatnya : Kebahagiaan adalah mereka yang berani bermimpi dan berani berkorban demi mewujudkan mimpinya.

3. Fokus

Sebuah ungkapan yang sangat bagus untuk memotivasi pelajar adalah : “kehidupan tidak akan pernah menjadi luar biasa tanpa focus, dedikasi dan disiplin”. Dengan fokus, maka akan membuat Anda lebih tajam dalam menentukan sasaran. Ibaratnya, sinar matahari tidak akan bisa membakar kertas, akan tetapi jika sinar ini difokuskanlewat sebuah kaca pembesar, sinar ini mampu membakar tidak hanya kertas, tapi bahkan daging pun bisa matang terbakar.

4. Tidak ada kamus menyerah

Setiap orang pastinya pernah mengalami kegagalan. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya. Bisa jadi Anda sudah bersusah payah, berjuang, belajar, namun Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Kesuksesan akan mendatangi siapa saja yang tidak takutterhadap kegagalan. Begitulah ucapan Winston Churchill, tokoh terpenting sejarah Inggris Modern dan sejarah dunia, yang bisa memotivasi pelajar.

5. Membutuhkan waktu dan kesabaran

Kata-kata seorang Napoleon Hill mungkin bisa dijadikan motivasi pelajar : “kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses. Karenanya, jika Anda ingin sukses, maka Anda harus siap menjalani prosesnya. Akan beda hasilnya jika Anda belajar ketika akan ujian saja, dengan mereka yang belajar secara rutin. Persiapan mendadak dalam ujian, bisa jadi akan mengacaukan semuanya. Ingatan yang tidak mengendap lama akan mudah hilang begitu saja.

Ingat, tidak semua orang yang sukses memiliki prestasi yang bagus sejak kecil. Bahkan, tidak sedikit yang menemui masalah, seperti disleksia atau sukar mengeja kata-kata. Sebut saja dalam hal ini Bill Gates (pendiri dan CEO Microsoft) dan Lee Kuan Yew (mantan Perdaa Menteri Singapura, kemudian menjadi menteri Senior) adalah dua contoh penderita disleksia yang berhasil. Kunci mengatasi masalahnya tidak lain adalah memberikan pengulangan belajar dan memberikan dorongan pada anak tersebut. Itulah mengapa, motivasi pelajar ini memegang peran penting dalam mendukung kesuksesan seseorang.

artikel ini tak sadur dari webnya mbak anne ahira